Sabtu, 09 November 2013

10 Wasiat Hasan Al Banna Bagi Kader Dakwah



10 wasiat Hasan al-Banna bagi para kader dakwah

1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang segera walau bagaimana keadaan sekalipun.
2. Bacalah al-Quran, pelajarilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah dzikrullah dan janganlah membuang waktu dalam perkara yang tiada memberi manfaat.
3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab karena bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.
4. Janganlah sekali-kali bertengkar, karena pertengkaran yang kosong tidak memberikan kebaikan apapun.
5. Janganlah banyak tertawa karena hati yang selalu berhubungan dengan Allah itu selalu tenang lagi tenteram.
6. Janganlah banyak bergurau karena umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.
7. Janganlah bercakap lebih keras daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar karena percakapan yang keras itu adalah suatu resmi yang sia-sia malah menyakiti hati orang.
8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam organisasi, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.
9. Bersaudaralah dengan setiap Muslimin yang ditemui karena asas gerakan dakwah kita ialah bersaudara dan berkasih-sayang.
10. Kewajiban-kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya dan rapikanlah perlaksanaannya.

Semoga Bermanfaat

Senin, 12 Desember 2011

Untukmu Wahai Muslimah

-->
MUQADIMAH

انّ الحمدلله نحمده ونسعينه ونستغفره ونعوذبالله من شر ورانفسناومن سيئات أعمالنامن يهدالله فلامضلّ له من يضلل فلا هادي له ، اشهدان لااله اّلاالله وحده لاشريك له وأشهدأنّ محمّداعبده ورسوله

Setelah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah , yang telah memberikan petunjuk pada kita untuk selalu berada pada jalan yang lurus yang diridhoi-Nya, sholawat serta salam semoga tercurahkan selalu pada suri tauladan kita nabi Muhammad Rasulullah.
Melalui tulisan ini, kami mencoba ikut menyumbang sebagai suatu usaha kepada umat dalam rangka menambah penjelasan tentang agama yang Haq yaitu Al Islam yang kita anut , yang mengantarkan para pengikutnya kepada kebahagiaan hidup di dunia maupun di akherat. Allah  telah menurunkan agama ini untuk dipelajari, dianut dan diamalkan. Dengan ilmulah seseorang akan meninggikan derajatnya di sisi Allah, di dunia dan diakherat. Diantara ayat-ayat yang menunjukan kemuliaan ilmu dan penuntut ilmu adalah :
قل هل يستوي الّذين يعلمون والّذين لايعلمون                                        
“Katakanlah (hai Muhammad) samakah orang-orang yang berilmu dan yang tidak berilmu ?”. (Qs. Az Zumar : 39)9)
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Qs. Al Mujaddilah : 58)11)
Banyak diantara kaum muslimin yang tidak sadar bahwa dengan tidak mempelajari Islam, bisa mengantarkan mereka kepada kekafiran. Telah berizma’ ulama Islam bahwa salah satu penggugur Islam ke Islaman seseorang adalah ketidak acuhan terhadap Islam, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya.
“Dan orang-orang kafir itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka” (Qs. Al Ahqaaf : 46)3)
Kejahilan juga merupakan salah satu unsur terbesar dari unsur-unsur penjauhan seorang hamba dari Allah.
Pembaca yang budiman, mari kita bersama berusaha menyisihkan sedikit waktu dan tenaga untuk mempelajari agama kita, agama Islam. Mari kita kaji kilasan ini baik-baik, mudah-mudahan Allah  memberikan hidayahnya kepada kita semua …Amin.
***************************


Ukhti……….
Apakah Engkau Menginginkan Kebahagiaan

Saudariku Muslimah,
Apakah engkau menginginkan kebahagian ?
Apakah engkau menginginkan ketenangan apakah engkau mengigninkan keamanan dan kemapanan ?
Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan diakherat ?

Sesungguhnya kebahagiaan itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagiaan seluruhnya ada didalam meniti atas manhaj (jalan) Allah dan di jalan Rasulullah saw, Allah swt berfirman : “Dan barang siapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (Al Ahzab : 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah  dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan Rasul-Nya, Allah swt berfirman : “Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata”. (Al Ahzab : 36)
Saudariku Muslimah,
Dengan suara dan tulisan orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan dan tulisan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah swt kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah swt yang telah memberikan nikmat iman dan Al Qur’an. “Dan mereka saling nasehat-menasehat supaya menta’ati kebenaran dan saling nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran”. (Al ‘Ashr : 3)
Allah  telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain ajaran Al Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenanaan dengan masalah wanita di dalam kitabNya yang mulia.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah  berfirman : “ Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya kedalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. (An Nahl : 57)
Memang pada zaman jahiliyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang penguburannya dalam keadaan hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.
Ingatlah, kemudian - wahai Ukhti Islam – Pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, disaat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat yaitu Al Islam, sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain menghianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhenti pada batasan-batasan dan menjauhi laranganNya.
Saudariku Muslimah,
            Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang-orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka dari kalangan kita sendiri.
            Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata :”Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al Qur’an dengannya !”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka ingin agar engkau menjadi menjadi wanita durhaka yang berbuat fasik dan mambuka aurat.
            Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melapaskan hijab dengan segala konsekwensinnya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut  menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah swt menjagamu dari mereka.
Saudariku Muslimah,
            Apa sikapmu terhadap mereka ? Sesungguhnya sikap ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan diatas rel batasan-batasanNya dan tidak menyambut ajakan mereka.
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu Al Islam, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Saudariku Muslimah,
Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur (keji) adalah membuka muka wanita saja, tidak … tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pentalon. Apakah engkau mendengar sabda Nabi Muhammad saw : “Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya … (dan beliau menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”. (HR. Muslim)
Ahlu ‘ilmi berkata : makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Saudariku Muslimah,
            Apakah engkau ridho (rela) menjadi penghuni neraka ? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menanggalkan rasa malu ? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu ? Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridha dengan hal demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.
Saudariku Muslimah,
Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkan untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan diitimpa adzab Allah swt di akherat, sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa srigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat (saudara-saudara eprempuan) semoga Allah swt memberikan hidayah kepada mereka – telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (akhwat) seperti perkataan para penyair : “Kambing digiring menuju kematian, Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih”.
Saudariku Muslimah,
Wahai wanita yag beriman kepada Allah, wahai wanita yagn menutupi auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah ! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Waspadalah ! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.
Engkau wahai Saudariku Muslimah,
Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena engkau berpegang-teguh pada agama ini. Maka bagaimana (mungkin) seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis ?
Saudariku Muslimah,
Sesungguhnya kami – demi Allah – benar-benarmerasa heran terhadap pemudi yagn mendengar sabda Rasulullah saw “Dua golongan ahli neraka … “ (Al Hadits) kemudian mereka tetap senantiasa memakai pakaian yagn ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Maka wahai wanita yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhlukNya, dan menundukan pendengaran dan penglihatan untukNya, apakah tidak cukup Hadits Rasulullah saw tadi sebagai larangan ? Demi Allah itu adalah merupakan ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yagn kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan. Kerugian apakah yagn lebih besar daripada diharamkan masuk surga yagn penuh nikmat ? Dan tinggal ditinggalkan neraka Jahim ?
Saudariku Muslimah,
Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Ali Imran : 185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari dimana engkau diletakan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluk untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah ? Dimana persiapanmu wahai wanita yang lalai ? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu ? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu ? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat ? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat ? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam, bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar ke pasar-pasar, kejalan-jalan dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai abaya (pakaian muslimah) untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing. “ Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang ketiga (diantara) keduanya”.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akherat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan ditangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari, yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau – demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wahai wanita yang lemah ? Dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh ? Sesunggunya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yagn tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akherat adalah tempat yagn kekal, dan bahwa terbongkarnya kejelekan-kejelekan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang yagn sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah !
Semoga Allah swt memberikan taufik kepada apa-apa yang dicintai dan diridha olehNya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah swt memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad saw dan para sahabatnya.
Wahai Kaum muslimin kembalilah kepada Allah …… dan bertaubatlah kepadaNya…… sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

وصلى الله على محمّدوعلىآله واصحابه وسلم
سبحانك اللهم وبحمدك اشهدان لااله الاانت استغفرك وأتوب اليك












Selasa, 11 Oktober 2011

BEJANA YANG RETAK

Seorang pembawa air memiliki 2 buah bejana besar yang setiap hari menggantung di ujung-ujung pikulan yang dibawanya diatas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna dan selalu berhasil membawa penuh air sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah tuan si pembawa air.
Selama 2 tahun hal itu terus terjadi, si pembawa air setiap hari selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai dan sempurna sebagaimana selayaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya dan merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah seharusnya ia diciptakan.
Setelah waktu 2 tahun berlalu dengan merasakan pahitnya kegagalan, suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air.
"Aku malu terhadap diriku dan aku ingin minta maaf kepadamu."
"Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?" tanya si pembawa air.
"Selama 2 tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya bisa aku bawa. Semua ini karena retakan di tubuhkan yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalananmu kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan." kata si bejana retak.
Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu dan dengan penuh kasih ia berkata,
"Saat nanti kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang."
Memang, ketika mereka mulai menaiki bukit, si bejana tua melihat sinar mentari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur. Di akhir perjalanan, ia masih merasa bersalah karena setengah dari bawaannya telah mengucur keluar, ia kembali minta maaf. Si pembawa air berkata kepada bejana itu,
"Apakah kamu menyadari bahwa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi dimana engkau ada tapi tidak ada di sisi bejana satu lagi? Itu karena aku selalu tahu mengenai cacatmu dan aku 'mengambil keuntungan' darinya. Aku menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan dimana kamu ada dan setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga itu yang turut menyemarakkan rumahnya."
Setiap dari kita memiliki 'kecacatan yang unik'. Kita semua adalah bejana yang retak. Tapi bila kita mengijinkan itu ada pada diri kita dan kita mau menerima apa adanya. Ambil-lah keuntungan dari kecacatan kita itu, kita bisa 'menanam benih' di sepanjang jalan kehidupan kita, sehingga kita bisa menikmati keindahannya sepanjang perjalanan hidup kita, jalanilah dengan berani karena kita tahu bahwa dalam kelemahan kita, kita akan menemukan kekuatan kita yang sebenarnya.

Jumat, 15 Juli 2011

cinta

Ada Apa Dengan Cinta

.

Seperti ada suntikan kesegaran yang luar biasa, mendadak semangat saya bangkit. Percakapan yang mengalir begitu saja telah mengubah dunia yang tadinya abu-abu menjadi penuh warna. Cinta itu yang kami yakini menjadi pemotivator dari setiap langkah yang kian hari kian berat.

Ah, Cinta…
Saya selalu terpana dengan cinta. Membuat pikiran ini dengan susah payah membayangkan seorang Abu Bakar yang tiba-tiba berlari kesana kemari, kadang ke depan, ke samping, lantas tiba-tiba ke belakang rasulullah. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Di belakang, orang-orang kafir Quraisy mengejar, bermaksud membunuh Muhammad SAW. Tentu saja sang nabi terheran-heran. Beliau pun bertanya dan dijawab oleh Abu Bakar, bahwa ketika ia melihat musuh ada di belakang, maka Abu Bakar berlari ke belakang. Jika musuh di depan, Abu Bakar lari ke depan, dan seterusnya. Abu Bakar siap menjadi tameng buat rasulullah. Agar jika ada musuh menyerang, ia lah yang lebih dulu menerimanya.

Itulah cinta. Sama seperti ketika mereka akhirnya kecapekan dan menemukan sebuah gua. Abu Bakar melarang Rasul masuk sebelum ia membersihkan terlebih dulu. Saat membersihkan, Abu Bakar melihat 3 buah lubang. Satu lubang ia tutup dengan sobekan kain bajunya, lalu yang dua ia tutup dengan ibu jari kakinya. Rasul pun tidur di pangkuan Abu Bakar. Pada saat itulah, Abu Bakar merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia digigit ular. Namun ia tidak mau membangunkan Rasul dan terus menahan sakit hingga air matanya menetes. Tetesan itu menimpa rasul dan terbangunlah beliau. Berkat mukzizat Rasul, sakit itu pun berhasil disembuhkan. (Sumber, ‘Berkas-berkas Cahaya Kenabian’, Ahmad Muhammad Assyaf).

Ada apa dengan cinta? Kalau Mbak Izzatul Jannah (salah seorang teman dekat juga) menjawab, “ada energi disana”. Saya sepakat dengan pendapat itu. Bukan karena beliau adalah teman dekat, tetapi karena saya telah merasakannya. Dan saya ingin berbagai cahaya dengan kalian.

Cinta Positif vs Cinta Negatif
Jujur, saya mungkin kurang ngeh jika bicara masalah cinta, karena saya belum menikah. (He…he, mohon doanya ya…). Saya pun alhamdulillah belum sempat pacaran, karena Allah keburu ‘menyesatkan’ saya dari jalan kemaksiatan menuju jalan yang terang benderang, jalan yang kita yakini bersama kebenaran dan keindahannya. Namun justru itulah, saya lantas menikmati cinta yang sejati. Lewat para sahabat yang mengantarkan diri ini semakin hari semakin berkarat (maksudnya kadar karatnya makin tinggi, seperti logam mulia itu lho…) alias semakin baik. Serta tidak ketinggalan, cinta kepada sang pemberi kehidupan alias cinta hakiki yang tertinggi.

Seorang sahabat pernah bernasyid di depan saya, menukil sebuah nasyid yang dipopulerkan oleh SNADA.

Ingin kukatakan, arti cinta kepada dirimu dinda
Agar kau mengerti, arti sesungguhnya
Tak akan terlena dan terbawa, alunan bunga asmara
Yang kan membuat dirimu sengsara
Cinta suci luar biasa, rahmat sang pencipta
Kepada semua hamba-hambanya
Jangan pernah kau berpaling dari cinta
Cinta dari sang maha pencipta
Kau pasti tergoda…

Nyanyian itu membuat saya merenung panjang lebar. Yups, ketemu deh. Ada cinta positif, ada juga cinta negatif. Jika cinta adalah energi, maka akan muncul pula energi positif dan energi negatif.

Adanya energi membuat semua terasa ringan. Dengan energi, gampang saja si Edo misalnya, menghajar serombongan preman yang mengusili pacarnya, Dewi. Konon cinta bisa membuat si penakut menjadi pemberani. Dengan energi pula puasa ramadhan terasa begitu indah, meskipun sebulan penuh kita diperintahkan untuk tidak makan dan minum dari terbit hingga terbenam matahari.

Kendali, itu kuncinya
Energi itu akan di dihasilkan oleh reaktor hati, pembedanya adalah faktor pengendali. PLTN adalah sebuah tempat berlangsungnya reaksi nuklir yang terkendali, sehingga energi yang dilepaskan dapat menjadi komponen yang berfungsi untuk manusia. Itu energi positif.

Jika reaksi nuklir tidak terkendali, bayangkanlah ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan ratusan ribu manusia dan menimbulkan kerugian yang luar biasa. Itu energi negatif.

Karena reaktor tersebut adalah hati, maka semua manusia pasti memilikinya. Positif atau negatif tergantung pada pengendalian manusia tersebut terhadap hati yang dimiliki. Seperti sabda rasulullah SAW :

“Inna fii jasadi mudhghotan Idza sholuhat sholuhal jasadu kulluhu. Waidza fasadat fasadal jasadu kulluhu. Alaa wahiyal qolbu.”

Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruhnya. Ingatlah bahwa ia adalah hati. (HR Bukhari Muslim).


Cinta Negatif, Apaan tuh?!
Adalah cinta yang dialirkan dari energi tak terkendali. Ini nich, cinta yang merusak. Terlahir dari syubhat dah syahwat. Ngakunya moderat, padahal kuno berat. Bagaimana tidak kuno, cinta yang lahir dari syahwat mulai ada sejak jaman bauhela, bagaimana mungkin orang yang tidak pacaran disebut sebagai ‘ketinggalan jaman?’

Cinta negatif kini telah membanjiri pasaran, menebar kemadhorotan. Remaja gelagapan dan tidak tahu jalan, akhirnya ikut-ikutan. Pacaran, free sex, kumpul kebo, selingkuh… mendadak jadi tren. Secara normatif, semua perempuan tidak mau melihat lelaki yang dicintai ngabuburit dengan perempuan lain. Namun anehnya, ia malah berdandan seseksi mungkin agar lelaki lain tertarik padanya.

Mana bisa kesetiaan dipertahankan jika syahwat dikedepankan?
Mau tahu korban dari cinta negatif? Kerusakan moral. Yap! Survey di Yogyakarta menyebutkan 97,05% mahasiswa di Yogya tidak perawan, Survey itu dilakukan kepada 1660 responden dan hanya 3 orang yang mengaku belum melakukan aktivitas seks termasuk masturbasi! Astaghfirullah. Terlepas dari pro dan kontra tentang kashahihan hasil survey itu, jelas… data yang tercatat menunjukan sebuah ketakutan yang luar biasa bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke Yogya.

Cinta negatif telah menjelma menjadi teroris! Bukan hanya cinta yang mengeksploitasi seks, juga cinta kepada tahta dan harta yang membuat manusia berubah menjadi serigala yang sanggup tertawa-tawa ketika mengunyah bangkai rekan sendiri.


Menggapai Cinta Positif
Cinta positif adalah cinta yang frame-nya adalah cinta karena Allah. Cinta kepada Allah sebagai cinta yang hakiki, sedang cinta kepada selain Allah dilaksanakan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Jika diatas disebutkan bahwa kata kuncinya adalah ‘kendali hati’, maka jelas, untuk menggapai cinta positif, hati harus pertama kali ditundukan. Jika hati telah ditundukkan maka akan bisa kita kendalikan. Jika hati terkendali, yakin deh, seluruh jasad dan akal kita pun mampu selaras dengan sang panglimanya tersebut.

Bahasa Pena?
Jika cinta adalah energi, maka yang terlahir dari cinta adalah produktivitas. Pena hanya salah satu dari banyak pilihan, tergantung pada potensi masing-masing. Saya memilih pena karena profesi saya adalah seorang penulis. Karena bingkai kecintaan itu adalah cinta kepada Allah, maka saya akan menjadikan tarian pena saya sebagai ekspresi kecintaan kepada Allah. Serupa tapi tak sama akan dialami oleh teman-teman yang mahir dibidang lain, memasak, memprogram komputer dan sebagainya. Bukti cinta itu adalah produktivitas. So, jika kita tidak produktif, berarti tidak ada energi yang menggerakan, yang ujung-ujungnya, kamu tidak punya cinta. Kasiaaan deh Luuu.

Ada apa dengan cinta? Jawabnya : ada energi. Muaranya, produktivitas, optimalisasi potensi. Tentu saja yang kita usahakan adalah cinta positif, sehingga produktivitas yang tercetak adalah produktivitas yang positif pula.

Solo, 18 November 2002

Penulis adalah aktivis Forum Lingkar Pena dan Redaktur Majalah Pengembangan Pribadi Remaja Muslim KARIMA



sumber : kafemuslimah.com